PGN ) KOMPAS.com – Liquified Natural Gas (LNG) merupakan energi fosil yang memiliki potensi besar untuk diutilisasi sebagai bahan bakar ramah lingkungan bagi kapal laut. Penggunaan LNG sebagai bahan bakar kapal dapat mereduksi gas rumah kaca (GRK) hingga 23 persen, jika dibandingkan dengan bahan bakar berbasis minyak saat ini. Pertamina melalui Unit Pemurnian III Plaju telah meluncurkan bahan bakar kapal MFO Sulfur rendah 180 cSt dan akan memproduksi MFO 180 cSt sebanyak 380.000 KL per tahun atau kurang lebih 200.000 barel per bulan serta dapat didistribusikan bagi kapal-kapal berbendera Indonesia maupun selain Indonesia yang memasuki pelabuhan di wilayah perairan China berhasil merampungkan kapal selam itu empat tahun dan kemudian bernama Changzheng 1. Changzheng 1 dipensiunkan tahun 2000 lalu. Kapal Selam Nuklir Vs Kapal Selam Diesel. Perbedaan kedua kapal selam ini terletak pada bahan bakar yang digunakan. Untuk bisa bergerak, kapal selam diesel menggunakan motor listrik yang diisi dengan bahan bakar Sedangkan yang tergolong supplai adalah biaya barang-barang konsumsi di kapal tidak termasuk bahan bakar, air tawar, dan minyak lumas. Sebagai jaminan keselamatan, reparasi kapal ferry wajib dilaksanakan setiap tahun di atas dok. Biaya reparasi ini meningkat dari tahun ke tahun sejalan dengan pertumbuhan umur kapal. Foto ilustrasi: IST. JAKARTA, investor.id – PT Pelni (Persero) melakukan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal karena memegang porsi 50% dari total biaya operasional. Direktur Armada PT Pelni Tukul M Harsono menjelaskan, komponen biaya terbesar untuk pengoperasian kapal berasal dari BBM yang mencapai lebih dari 50% dan s 1mgTH.

bahan bakar kapal ferry